TELEVISI

Televisi secara harafiah artinya “melihat dari jauh”. Namun demikian, dalam pengertian sederhana ini berarti meliputi dua bagian utama, yaitu pemancar televisi yang berfungsi mengubah dan memancarkan sinyal-sinyal gambar (view) bersama-sama dengan sinyal suara sehingga sinyal-sinyal tersebut dapat diterima oleh pesawat televisi penerima pada jarak yang cukup jauh. Kedua televisi penerima yang menangkap sinyal-sinyal tersebut dan mengubahnya kembali sehingga apa yang dipancarkan oleh transmisi televisi tadi dapat dilihat dan didengar seperti keadaan aslinya. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa pesawat televisi adalah alat yang dapat digunakan untuk melihat dan mendengar dari tempat yang jauh.[1]

Televisi dianggap sebagai media yang mampu menyiarkan informasi secara memuaskan. Hal ini disebabkan dua faktor yang terdapat pada media massa tersebut, yaitu :

  1. Immediacy, menyangkut pengertian langsung dan dekat, yakni peristiwa yang disiarkan oleh stasiun televisi dapat dilihat dan didengar oleh pemirsa pada saat peristiwa tersebut berlangsung.
  2. Realism, mengandung makna kenyataan, ini berarti bahwa stasiun televisi menyiarkan informasi audio dan visual dengan perantara mikrofon dan kamera apa adanya sesuai dengan kenyataan.[2]

Dari balik itu semua, kiranya dapat dimengerti mengapa perkembangan media televisi begitu cepat, karena sebagai media massa dirasakan sangat besar manfaatnya, dimana suatu peristiwa yang terjadi di belahan bumi yang berbeda dalam waktu bersamaan dapat diikuti khalayak di belahan bumi yang lain, dengan jumlah penonton yang relatif tidak terbatas jumlahnya.

Media massa televisi meskipun sama dengan radio dan film sebagai media massa elektronik, tetapi mempunyai ciri dan sifat yang berbeda, terlebih lagi dengan media massa cetak seperti surat kabar dan majalah, untuk itulah dalam menyampaikan pesan-pesannya juga mempunyai kekhususan. Media cetak dapat dibaca kapan saja, tetapi untuk televisi dan radio hanya dapat dilihat sekilas dan tidak dapat diulang. [3]

Upaya menyampaikan informasi, baik melalui media cetak, audio dan audiovisual masing-masing memiliki kelebihan, tetapi juga kelemahan. Televisi dan radio dapat dikelompokkan sebagai media yang menguasai ruang tetapi tidak menguasai waktu. Sementara media cetak menguasai waktu tetapi tidak menguasai ruang. Artinya, siaran dari suatu media televisi atau radio dapat diterima dimana saja dalam jangkauan pemancarnya (menguasai ruang), tetapi siarannya tidak dapat dilihat kembali (tidak menguasai waktu). Media cetak untuk sampai kepada pembacanya memerlukan waktu (tidak menguasai ruang), tetapi dapat dibaca kapan saja dan dapat diulang-ulang (menguasai waktu).[4]

 

 


[1] Setyobudi, Ciptono, 2005, Pengantar Teknik Broadcasting Televisi. Graha Ilmu. Yogyakarta. Hal 2

[2] Morissan, Media Penyiaran Strategi Mengelola Radio dan Televisi, Tangerang, Ramdina  Prakarsa, 2005, hal 97\

[3] Morissan, Opcit. Hal 5-6

[4] Morisan. Ibid. Hal 6

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: