Modal Dasar News Caster

  1. Impian

Impian adalah modal dasar pertama yang sangat penting yang harus anda miliki untuk menjadi presenter sukses. Beberapa orang menyebutnya impian sebagai cita-cita , obsesi, hasrat, yang menggebu-gebu, alasan, motivasi, dan lain sebagainya.

Untuk melindungi impian anda dan tetap menjaganya serta memeliharanya ada 4 cara, yaitu :

  1. Membaca buku-buku positif
  2. Visualisasi

Bahasanya adalah menggambarkan atau membayangkan dalam pikiran anda. Bayangkan anda sedang memandu acara di televise. Semakin sering anda lakukan semakin baik. Cara ini membuat anda akan selalu segar terperlihara terjaga dari virus-virus perusak impian. Yang juga penting, cara ini jika anda lakukan kontinu lama kelamaan apa yang anda bayangkan akan menjadi kenyatan. Cara kerjanya sangat sederhana, otak kita tidak tahu, mana yang real mana yang khayalan. Pada saat anda, membayangkan sesuatu otak tidak biasa membedakan apakah yang dibayangkan itu benar-benar terjadi atau hanya rekayasa anda. Oleh karenanya hati-hati apa yang anda masukan ke dalam pikiran.Cobalah suplai otak anda dengan gambaran-gambaran yang positif yang anda inginkan seperti seolah-olah anda sedang menonton film yang anda bintangi sendiri sebagai pemeran utamanya. Ini akan menuntun anda pada keajaiban yang sangat dahsyat. Selain membutuhankan keyakinan , kemungkinan besar hal yang anda visualisasikan akan terealisasi menjadi kenyataan.

 

  1. Afirmasi

Berasal dari kata bahasa negative affirmation, secara harfiah mempunyai arti penegasan atau penguatan. Afirmasi sesungguhnya adalah suatu proses pengucapan secara berkesinambungan buah-buah pikiran dalam bentuk kata-kata. Pepatah yang mengatakan “ kita adalah apa yang kita pikirkan” menguatkan makna afirmasi itu sendiri. Kristalisasi pikiran dalam bentuk kata-kata mempunyai kata-kata dahsyat yang mampu memengaruhi realita. Mengapa begitu? Otak kita bisa diibaratkan gunung, gunung berapi yang bagian atasnya berada di atas permukaan laut dan bagian badannyayang jauh lebih besar tenggelam dibawah laut. Bagian diatas permukaan laut digambarkan sebagai alam sadar atau atas sadar (conscious mind), sementara bagian yang tenggelam itulah alam bawah sadar (sub-conscious mind).

 

  1. Hindari pengaruh negative

Berdasarkan pemikiran diatas, anda perlu menjaga impian anda dengan cara, menjaga otak anda dari masukan-masukan atau input yang buruk. Berita-berita negative dari Koran, majalah, televise dan lainnya sebaiknya dihindari karena akan memengaruhi anda dalam mengejar impian anda sebagai Presenter. Energi negative dari berita-berita tersebut akan menguras daya tahan anda dan melemahkan anda.

  1. Wawasan

Modal dasar berikutnya yang perlu anda milki adalah wawasan. Seorang Presenter dituntut menjadi pintar dalam arti memiliki wawasan yang luas tentang hal-hal yang berkaitan dengan social, budaya, politik, ekonomi, teknologi, ilmu pengetahuan dan ilmu bidang-bidang lainnya. Disamping, pengetahuan yang sangat luas, seorang presenter harus selalu ter-update dengan informasi actual yang sedang terjadi dimasyarakat. Dia harus selalu mengikuti informasi yang menjadi trend sehingga tidak ketinggalan informasi.

Caranya ciptakan kebiasaan setiap hari anda membaca selama tiga puluh menit. Cara lain memperluas wawasan dan supaya selalu terinformasi adalah dengan cara membaca Koran dan majalah. Bacalah Koran terkemuka dan bukan Koran kuning yang isinya perampokan, pembunuhan, pemerkosaan sejenisnya. Baca Koran supaya anda tidak ketinggalan berita paling tidak jika terlibat pembicaraan anda tahu berita factual dan actual.

Cara lain lagi menambah wawasan adalah memperluas jaringan pergaulan anda. Jadilah anggota organisasi social, politik, budaya, forum diskusi, organisasi profesi, perkumpulan hobi atau sejenisnya. Banyak manfaat yang anda peroleh, selain memperluas wawasan dengan sendirinya relasi dan koneksi anda juga semakin luas dan bervariasi. Seiring dengan  kemajuan teknologi, ada satu cara lain untuk bias menambah wawasan anda yaitu dengan memanfaatkan internet. Saat ini internet sudah merupakan teknologi yang umum dan bukan merupakan barang mewah lagi.

  1. Suara

Sekarang mari kita bahas modal dasara yang merupakan asset presenter yaitu suara. Suara sangat unik. Walaupun semua modal dasar itu penting, tak pelak lagi suara adalah asset yang sangat berharga bagi seorang presenter. Namun demikian nyatanya banyak presenter yang tidak menyadari hal-hal yang berkaitan dengan suara, pentingnya suara dan bagaimana menjaga kualitasnya. Profesi, presenter menuntut anda harus berbicara, karena itulah suara menjadi sangat penting.

Suara lebih dari sekedar menyampaikan pikiran dan perasaan lewat bunyi yang merupakan rangkaian kata-kata. Suara juga adalah refleksi suasana hati, cermin jiwa anda. Dari suara kita bias tahu perasaan seseorang. Apakah dia lagi semangat, kecewa, sedih, marah, jengkel, malu, percaya diri, tidak yakin, takut, dan masih banyak lagi. Dari suara seseorang kita juga bisa merasakan mood atau suasana hatinya, baik yang sengaja ditampilkan ataupun suasana hati yang disembunyikannya. Suara bisa membangun theater of mind dibenak orang yang mendengarnya. Theater of mind kurang lebih berarti penciptaan suatu gambaran dalam benak seseorang mengenai sautu hal atau peristiwa berdasarkan stimuli suara yang kita dengar. Pengambaran ini bisa sama atau bahkan sangat berbeda antara satu orang dengan orang lainnya. Suara anda mencerminkan karakter dan pribadi anda walaupun sering kali pencerminan ini belum tentu benar. Adala lima hal berkaitan dengan suara dan  hubungannya dengan profesi presenter, yaitu :

  • Terlalu cempreng

Suara yang cenderung terlalu cempreng adalah suara yang melengking dan tipis. Contohnya Tamara Geraldine. Tetapi ketika Tamara berbicara dengan tempo yang lebih lambat, suaranya menjadi lebih bulat dan tidak terlalu cempreng. Nah, untuk memanipulasi suara anda langkah pertama yang perlu dilakukan adalah melakukan control suara. Suara yang sangatlah fleksibel sehingga anda bisa mengontrolnya sesuka anda. Ketika bicara ambil nada yang lebih rendah dari biasanya, dengan demikian pasti suara anda sedikit lebih berat jadinya. Yang biasanya merasakannya anda sendiri tentu saja.

  • Terlalu berat/ ngebas

Sebetulnya tidak terlalu menjadi masalah suara anda ngebas bila anda seorang pria. Suara pria normalnya lebih berat dari perempuan dan ini menjadikan si empunya suara terkesan lebih gagah, macho. Tetapi bila anda seorang wanita dan merasa terganggu dengan jenis suara anda yang ngebas, cara mengatasinya kebalikan dari suara cempreng. Ketika bicara, anda perlu bicara lebih cepat dari biasanya supaya kesan berat agak berkurang. Semakin cepat anda bicara umumnya suara anda menjadi lebih ringan. Juga, ketika anda bicara ambil nada setinggi mungkin, biasanya akan membuat suara anda lebih ringan.

  • Sengau

Kata lain dari sengau adalah bindeng atau suara hidung. Bila tidak ada masalah berkaitan denga medis seperti sinus atau yang lainnya, sebetulnya sengau hanyalah masalah kebiasaan cara bicara saja. Cara bicara melalui hidung bukan melalui mulut. Berbeda membuat seseorang terdengar agak aneh bagi orang Indonesia. Kenapa? Karena kalau anda perhatikan, cara bicara orang Indonesia adalah cara mulut. Berbeda dengan kebiasaan bicara orang Perancis yang melalui hidung adalah hal yang wajar, bagi kita tidak. Orang Indonesia biasanya cara bicaranya melalui mulut. Untuk mengubah kebiasaan bicara melalui hidung, latihlah juga dengan alat perekam suara. Perlahan-lahan bicaralah bicara normal melalui mulut.

  • Serak

Suara serak atau parau sering kali dialami presenter. Suara serak yang berkepanjangan adalah pertanda ada sesuatu yang salah dengan pita suara. Hal yang paling utama penyebab serak karena saura terlau diforsir. Bila diabaikan bisa berakibat fatal. Istirahat yang cukup akan mengembalikan kondisi suara seperti semula bila masih dalam tahap dini. Untuk mengantisipasi yang tidak diinginkan sebaiknya kunjungi dokter ahli sebelum kembali bekerja.

  • Logat daerah

Bahasa yang digunkan di televise-televisi nasional kita dalah bahasa Indonesia. Oleh sebab itu, bila logat daerah anda terlalu kental sebaiknya anda berlatih supaya logat daerah anda menjadi samar bahkan hilang sama sekali. Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghilangkan logat daerah antara lain membaca materi bacaan berbahasa Indonesia dalam percakapan sehari-hari. Tidak telalu sulit untuk melatih lidah anda sehingga bisa berbicara dengan baik. Yang penting sering-seirnglah berlatih.

Suara kita sangatlah fleksibel oleh karenanya bisa diatur sedemikian rupa sehingga kelemahan suara anda miliki bisa sedikit teratasi.

  1. Keahlian Berkomunikasi

Berkomunikasi adalah bagian yang tidak terpisahkan dari dunia presenter. Terdapat banyak hal yang perlu menjadi perhatian seorang presenter. Terdapt banyak hal perlu menjadi perhatian seorang presenter dalam proses komunikasi melalui media televise. Karakter unik televise yakni perpaduan unsure audio (suara) dan visual (gambar) menjadikan televise sebagi media massa modern terpopuler sampai saat ini. Keempat hal yang perlu anda cermati adalah :

 

 

  • Kamera juga manusia

Kamera tersebut mewakili manusia-manusia yang menyaksikan program anda diluar sana. Bisa ribuan, ratusan ribu bahkan mungkin jutaan orang yang menyaksikan anda, apa yang anda bicarakan, wajah, tingkah laku, pakaian yang anda pakai samapi dengan kesalahan yang anda buat. Ketika berinteraksi dengan manusia. Memang sifatnya satu arah (mionoton) tetapi tetap harus selalu diingat, anda menjangkau penonton, pemirsa, audiens. Setiap hal yang anda lakuakn harus berorientasi kepada penonton anda. Tingkah laku, cara bicara, cara berpakaian, body language, make up, suara dan semua hal lainnya. Dengan pemikiran bahwa ada orang diluar sana yang menyaksikan anda melalui kamera saja tentu berbeda dibanding tanpa kesadaran ini. Ketika anda menjadi presenter.

  • Kenali penonton anda

Televise pada intinya adalah media komunikasi massa seperti halnya radio dan surat kabar. Hanya saja televisi memiliki keunggulan yang tidak dimiliki kedua media lain tadi. Keunikan televisi antara lain karena merupakan media komunikasi jarak jauh yang meliputi dua unsur yaitu suara dan gambar secara bersamaan. Banyak keunggulan media televisi seperti antara lain : suara, gambar, murah, murah warna akurat, cepat, tepat. Selain  keunggulan tadi terdapat juga beberapa kelemahan televisi, salah satunya adalah karena komunikasi yang tejadi tidaklah dua arah. Komunikasi yang tejadi antara seorang presenter dengan pemirsa bersifat satu arah (one way traffic communication). Jenis komunikasi seperti ini menimbulkan beberapa kesulitan yang tidak mungkin diatasi seperti pada komunikasi tatap muka secara langsung.

  • Presenter adalah perantara dan jembatan

Ketika bertugas, seorang presenter sebetulnya bertindak sebagai perantara atau jembatan antara acara yang dipandunya denga penonton televisi. Contoh, seorang presenter kuis adalah perantara antara peserta kuis, stasiun televisi diwakili produser dengan pemirsa. Presenter disini tugasnya memastikan supaya peserta memahami peraturan dan menuntun peserta kuis agar mengikuti peraturan yang berlaku. Tujuan akhirnya menghadirkan tontonan yang menghibur penikmat acara. Bagaimana halnya dengan presenter talkshow, news, dan infotainment?

Presenter talkshow fungsinya juga sebagai jembatan antara narasumber/ tanu dengan audiens. Dia bertanggungjawab memandu acara dengan melibatkan unsure-unsur terkait didalamnya seperti bintang tamu atau narasumber. Menjadikan acara tersebut dinikmati semua orang, terutama pemirsa dirumah adalah tanggungjawabnya.

Bagaimana halnya dengan presenter berita? Presenter berita memilki keterbatasan lebih ketat lagi dibanding katakanlah presenter kuis dan talkshow. Cara berpakaian, cara bicara, mimic, produser acara dan body language, pesan/ berita yang dibaca semua diatur dan ditentukan. Khusu berita yang disampaikan, dalam ilmu komunikasi, seorang pembaca berita, temasuk didalamnya presenter infotainment atau gossip disebut komunikasi melembaga (institutionalized communicator atau organized communicator). Dalam menyebarluaskan berita ia bertindak atas nama lembaga sejalan dengan kebijaksanaan (policy) stasiun televisi yang diwakilinya. Itu artinya dia tidak mempunyai kebebasan individu. Kebebasan mengemukan pendapatnya merupakan kebebasan terbatasi (restricted freedom). Apa yang dia kemukakan bukanlah pendapat pribadinya. Ini sama saja maknanya bahwa dia hanyalah seorang jembatan atau perantara, tidak lebih. Tindakan dan tingkah laku si presenter dibatasi oleh aturan-aturan didalam setiap acara yang dipandunya. Sebagai seseorang yang tugasnya hanya sebagai pengantatr dan perantara/ opini. Dalam jurnalistik termasuk jurnalistik televisi, fakta dan pendapat atau opini dibedakan dengan sangat tegas. Berita fakta tidak boleh dicampur dengan pendapat atau opini. Fakta sifatnya sacral. Ketika fakta dicampur denga pendapat pribadi berarti mencederai kesakralan berita tersebut.

Namun demikian jika kita lihat tayangan infotainment atau gossip sekarang ini sungguh memprihatinkan. Stasiun televisi memberikan kebebasan presenter infotainment atau gossip mengomentari fakta dengan pendapat pribadi si presenter. Mengomentari fakta dengan pandapat pribadi sama saja artinya dengan menuntun audiens kearah pembentukan opini public yang umumnya merugikan si objek berita. Presenter-presenter berita ini, mengeluarkan komentar-komentar yang sangat subjektif, tendensius, menyudutkan, mencederai batas-batas pribadi seseorang. Presenter-presenter ini menjadi layaknya hakim bagi si tertuduh yaitu si artis/ public figure/ selebritis.

  • Gaya atau style

Kunci sukse presenter yang lainnya adalah gaya atau style. Gaya seorang presenter merupakan perpaduan dari beberapa hal seperti penampilan, intelektualitas, wawasan, selera humor, keluwesan, sikap, spontanitas, semangat, body language, gaya bicara. Presenter denga keunikan atau karakterlah yang membedakanya denga presenter kebanyakan. Supaya anda dikenali penonton karena anda berbeda dari yang lain, pahami betul kekuatan dan kelemahan anda terlebih dulu. Setelah itu fokuslah pada kekuatan anda sambil memperbaiki kelemahan yang ada. Tonjolkan cirri khas anda. Dalam perjalanan menmemukan gaya anda, jangan meniru presenter lain mentah-mentah. Jika anda mengidolakan seseorang ambillah beberapa hal yang menurut anda cocok bagi anda tetapi jangan menjiplaknya karena belum tentu sesuai dengan anda. Anda perlu mencari gaya anda sendiri lalu mengembangkannya.

 

  1. Sikap

Sikap adalah cerminan dari kita yangn sesungguhnya. Akarnya ke dalam, tetapi buahnya keluar. Adalah sahabat kita yang terbaik-atau musuh kita yang terbesar. Lebih jujur dan lebih konsisten daripada perkataan kita. Adalah pandangan tentang masa depan kita berdasarkan pengalaman di masa lalu. Menarik orang kepada kita-atau menjauhkan mereka dari kita. Tidak pernah puas hingga terekpresikan, Adalah juru perpustakaan masa lalu kita, adalah juru bicara masa sekarang kita. Adalah nabi masa depan kita.

-John C.Maxwell-

Modal dasar terakhirnya adalah sikap. Meski sikap berada diurutan terakhir dalam bab ini, jangan berpikir ini adalah hal yang kurang penting. Salah besar jika anda punya pikiran seperti itu. Justru sikap inilah yang merupakan factor penentu yang melengkapi modal dasar lainnya. Tanpa sikap yang benar, keempat modal dasar sebelumnya tidak aka nada artinya. Kutipan dari John C.Maxwell, seorang pembicara international, penulis puluhan buku, maha guru, dengan tepat menggambarkan pentingnya sikap kita. Sebagian besar buku-bukunya mengulas tentang sikap. Sikap adalah segalanya. Seberapa besar dan kuat impian anda, seberapa luas wawasan anda, seberapa bagus suara anda, seberapa mahir anda berkomunikasi, tanpa sikap yang benar, jangan harap anda menjadi presenter yang sukses. Semua modal dasar sangat penting karena seharusnya itumerupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Memiliki empat yang lain tapi kurang maka tidak akan lengkap, apalagi yang satu itu adalah sikap.

Sikap adalah hal kecil yang membuat perbedaan besar. Banyak hal yang bisa berkaitan dengan sikap. Contoh : anda boleh punya impian besar tapi jika anda sikap anda cengeng, sekali gagal memutuskan untuk mundur, maka itu artinya anda memiliki sikap pecundang. Pecundang biasanya cengeng, gampang nyerah, mudah patah. Milikilah sikap pemenang yaitu sikap yang kuat, pantang menyerah, ngotot. Jika satu kali anda mencoba ternyata gagal maka anda akan mencoba lagi dan lagi dan lagi sampai berhasil. Nah, itulah sikap seorang pemenang.

 

Anda boleh memiliki berwawasan sangat luas, cerdas dan pintar tetapi ketika anda merasa tidak perlu belajar lagi maka tidak lama lagi anda menjadi bodoh dan ketinggalan. Stephen Covey dengan jelas menjelaskan ini, dalam bukunya Seven Habits of Highly Effective People (Tujuh kebiasaan manusia yang sangat efektif). Kita harus selalu mengasah gergaji kita supaya selalu tajam dan kapan pun diperlukan, dia siap dipakai. Belajarlah selalu karena kita tidak tahukapan hal tersebut diperlukan.

 

Anda boleh memiliki suara bagus tetapi jika tanap sikap positif menyadarinya sebagai satu berkat Tuhan yang harus dijaga sebaik-baiknya, mungkin saja terjadi dalam waktu dekat suara anda bukan asset utama anda lagi.

 

Cermin sikap adalah perilaku. Kalau anda ingin mengubah sikap maka mulailah dengan mengubah perilaku anda. Beberapa sikap positif yang sanagt membantu anda mencapai sukses di bidang presenter dan mempertahankan kesuksesan anda adalah : rendah hati, tidak mudah menyerah, tidak cepat puas, selalu mau belajar, displin waktu, mudah diajak kerjasama, sabar, mau mendengar orang lain (open minded), jujur, bisa diandalkan, menghargai orang lain.

 

 

Kiat-Kiat Praktis Menjadi News Caster, ada tiga bagian :

  1. Sebelum On Air

Tahap sebelum anda menjalankan tugas sebagai presenter dalam suatu program televise adalah persiapan. Tahap ini sangat penting dan akan sangat menentukan penampilan anda saat syuting berlangsung. Bila maka besar kemungkinan si presenter mengalami kesulitan nantinya. Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain :

  1. Fisik
  2. Pendekatan
  3. Pemanasan suara dan mulut
  4. Pelajari materi
  5. Penampilan

 

  1. Pada Saat On Air
  2. Tinggalkan semua masalah, nikmati pekerjaan anda
  3. Jadilah diri sendiri
  4. Semangat
  5. Senyum
  6. Stay positive (tetaplah positif)
  7. Bahasa tubuh
  8. Eye contact
  9. Cara berbicara

 

  1. Setelah On Air
  2. Preview hasil on air
  3. Evaluasi suara
  4. Evaluasi mimic wajah
  5. Membuat catatan kusus untuk evaluasi diri

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: