BERITA KRIMINAL

v Berita kriminal adalah berita atau laporan mengenai kejahatan yangg diperoleh dari polisi-polisi. Berita yang termasuk ke dalam berita kejahatan adalah pembunuhan, penipuan, pemerkosaan, pencopetan, pencurian, perampokan, narkoba, tawuran, penganiayaan dan sebagainya yang melanggar hukum.[1]

Dimana dan kapan saja, berita kriminal mampu menarik perhatian khalayak untuk mencari tahu apa yang terjadi di sekitar mereka.

Secara harafiah kriminologi berasal dari kata ”crime” yang berarti kejahatan atau penjahat dan ”logos” yang berarti ilmu pengetahuan. Apabila dilihat dari kata-kata tersebut. Kriminologi adalah pengetahuan kejahatan.

Pengertian harafiah tersebut memberikan kata pada suatu pengertian yang sempit bahkan dapat juga merumuskan pada pengertian yang salah. Pengertian kriminologi sebagai ilmu tentang kejahatan saja yang dibahas dalam krimonologi tersebut. Suther Land dan Chresey mengemukakan bahwa yang dimaksud dalam pengertian kriminologi adalah proses pembentukan hukum, pelanggaran hukum dan relasi terhadap pelanggaran hukum. Dengan demikian, kriminologi tidak hanya mempelajari tentang masalah kejahatan saja tetapi juga meliputi proses pembentukan hukum, pelanggaran hukum, serta reaksi yang diberikan para pelaku kejahatan.[2]

Suatu informasi yang menyajikan suatu berita kriminal yang membahas suatu kejahatan dan kekerasan didalam lingkup hukum yang ada di Indonesia, dalam pembuatan atau pencarian data yaitu data yang di tempat kejadian perkara dan mempunyai fakta dan aktual yang bersinggungan dengan badan hukum, seperti hanya berita pencurian sepeda motor, pencurian di rumah kosong, perampasan, pembunuhan, kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan seksual, itu semua sebagian dari tayangan berita kriminal yang dikemas oleh suatu berita yang menayangkan berita kriminal.

Berita kriminal juga dapat diartikan sebagai program berita yang menayangkan berita-berita berbau kriminalitas, kekerasan atau perbuatan yang melanggra hukum dan mampu menarik perhatian khalayak untuk mencari tahu apa yang terjadi.

Berita kriminal dikemas berbagai macam hal seperti hard news, investigasi, komedi, soft news, pendalaman kasus permasalahan kriminal yang akan di bahas. Berita kriminal juga di kemas tidak dari sisi pelaku atau korban kejahatan saja, tetapi bisa di buat dari sisi profil seseorang yang di dunia kriminal sepertihalnya hansip, polisi, dan lain-lain. Berita kriminal tidak hanya menampilkan kekerasan tetapi bisa menayangkan suatu perita pesan dan tips tentang kriminal supaya audiens berhati dalam menangulangi dan mengatasi tindak kriminal, karena kejahatan dapat di cegah.

Berita kriminal dalam materi berita disasaster dan crimes. Dissaster (bencana) dan crimes (kriminal) adalah dua peristiwa berita yang pasti akan mendapat tempat bagi pemirsa atau penonton. Berita-berita semacam gempa bumi, tanah longsor, kebakaran, banjir, dan bencana alam lainnya termasuk berita kriminal adalah menyangkut masalah keselamatan manusia. Dalm pendekatan psikologi, keselamatan menempati urutan pertama bagi kebutuhan dasar manusia, sehingga tidak heran apabila berita tersebut memiliki daya rangsang tinggi bagi pemirsanya.[3]

Berita semacam ini jika disiarkan melaui media televisi akan berpengaruh lebih kuat dibandingkan melalui media cetak. Hal ini disebabkan karena informasi yang disampaikan melalui televisi dapat diterima dengan dua indera sekaligus secara simultan dan bersamaan.  Sehingga selain dapat melihat, pemirsa juga dapat mendengar apa yang diberitakan.

Berita kriminal dapat dikatakan sebagi tipe berita keadaan darurat, yaitu keadaan yang menciptakan drama dan emosi, gempa bumi, kerusuhan, perang, kejahatan (kekerasan), kebakaran atau kecelakaan, memperlihatkan bahaya atau petualangan yang akan menangkap perhatian dan kekhawatiran pemirsa. Pemirsa akan merasakan emosi dan ingin tahu lebih banyak tahu tentang korban, penyelamatan dan hasilnya. Bila keadaan darurat tersebut terjadi dekat rumah. Mereka bahkan akan merasa lebih khawatir karena mereka lebih mungkin kenal dengan seseorang yang terlibat. Kebutuhan mereka akan informasi lebih besar. Mereka ingin tahu mengapa kejadian tersebut  terjadi dan apa yang telah dilakukan untuk mencegah terjadinya kejadian serupa.

 

 


[1] Moeliono, Anton M. 1990. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Departemen Pendididkan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

[2] Meda, Made Darma. 1995. Kriminologi. Raja Grafindo Persada Prakarsa. Hal 83

[3] Muda,, Deddy Iskandar 2006, Jurnalistik Televisi, Remaja Rosda Karya, Bandung, hal. 22

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: